Headlines News :

Latest Post

Profil Pengusaha Sukses Es Teler 77

Written By 辛塔 on Senin, 14 Mei 2012 | 11.07


Siapa yang tak kenal dengan produk es teller 77, ratusan gerainya sudah tersebar di seluruh nusantara. Tidak puas dengan mempertahankan pasar dalam  negeri, kini produk es teller 77 merupakan salah satubisnis franchise makanan yang berhasil merambah pasar internasional. Produknya sudah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Australia, serta masih akan terus dikembangkan untuk membuka gerai berikutnya di India, Jeddah dan Arab Saudi.
Terinspirasi dari sang mertua (Ibu Murniati Widjaja) yang menang lomba membuat es teler, Sukyatno yang dulunya bernama Hoo Tjioe Kiat mencoba menjual es teler di emperan toko dengan menggunakan tenda – tenda. Usaha yang dimulainya pada tanggal 7 Juli 1982 ini, ternyata bukan peluang bisnisyang pertama kali Ia coba. Berbagai peluang bisnis seperti  menjadi salesman, tengkulak jual beli tanah, makelar pengurusan SIM, menjadi pemborong bangunan, sampai mencoba bisnis salon pernah Ia geluti dan semuanya gagal ditengah jalan.
Tak ingin mengulangi kegagalan bisnis seperti sebelumnya, Sukyatno mulai menekuni bisnis es telernya yang diberi nama es teler 77. Angka 77 digunakan sebagai merek es telernya, karena angka tersebut mudah diingat dan diharapkan menjadi angka hoki bagi pemilik bisnis ini. Keyakinan Sukyatno pun tepat, merek es teler 77 mulai dikenal masyarakat dan menjadi salah satu produk unggulan dari dulu sampai sekarang.
Dari sebuah warung tenda yang dulunya berada di emperan toko, Sukyatno berinisiatif untuk mengembangkannya menjadi bisnis waralaba. Setelah 5 tahun mempertahankan bisnisnya, tepat pada tahun 1987 untuk pertama kalinya dibuka gerai es teler 77 di Solo dengan sistem franchise. Semenjak itu perkembangan bisnisnya pun sangat pesat, dengan keuletan dan kerja keras yang dimiliki Sukyatno kini es teller 77 telah memiliki lebih dari 180 gerai yang tersebar di berbagai pusat perbelanjaan dan pertokoan yang ada di Indonesia bahkan hingga mancanegara.

Kunci sukses es teller 77

Bersamaan dengan perkembangan bisnisnya, pada tahun 2007 Sukyatno kembali ke hadapan Yang Maha Esa. Kesederhanaan dan kerjakerasnya dalam mengembangkan usaha, kini dilanjutkan oleh salah satu anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT. Top Food Indonesia. Berkat komitmen para pengelola bisnis ini, sekalipun menghadapi persaingan dagang yang cukup ketat dengan bisnis franchise makanan asing maupun franchise lokal yang saat ini banyak bermunculan. Es teller 77 terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Ini dibuktikan dengan adanya inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbarunya antara lain gado – gado, rujak buah, mie kangkung, dan nasi goreng buntut. Andrew sengaja mempertahankan menu tradisional yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, agar masyarakat yang masuk pertokoan masih bisa menemukan menu tradisional yang mereka gemari.

Disamping itu untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap es teler 77, Andrew juga memberikan fasilitas kartu member bagi para pelanggannya. Dengan kartu klub juara yang diluncurkannya, pelanggan berhak memperoleh diskon makanan dan minuman yang ada di seluruh gerai es teler 77.
Atas kerjakeras dan perjuangan keluarga Sukyatno dalam mengembangkan bisnisnya, berbagai penghargaan pun pernah diterimanya. Kesuksesan es teller 77 dalam mengembangkan bisnis franchisenya, menjadi motivasi besar bagi semua orang. Semoga kisah profil pengusaha sukses es teler 77, dapat menjadi inspirasi bagi calon pengusaha maupun para pengusaha yang sedang merintis bisnisnya. Salam sukses.


Plastik Ramah Lingkungan dari Minyak Sawit


Selama ini plastik dihasilkan dari bahan baku petrokimia yang tidak ramah lingkungan, padahal ternyata bahan alami (renewable) pun dapat diproses menjadi bahan baku pembuatan plastik.
Hidrolisat minyak sawit dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon dalam proses fermentasi untuk menghasilkan bioplastik PHA (Polyhydroxy Alkanoat) menggunakan Ralstonia Euthropa. Dengan komposisi yang tepat dapat dihasilkan bahan bioplastik yang handal.
Poliester yang dihasilkan dapat divariasikan kekuatan dan kekerasannya untuk berbagai pengggunaan serta resisten terhadap kelembaban, disamping dapat didegradasi secara biologis (biodegradable).
Sejumlah keunggulan yang dimiliki produk ini yakni:
  • Kekuatan dan kekerasannya dapat divariasikan sesuai kebutuhan
  • Resisten terhadap kelembaban
  • Dapat didegradasi secara biologis
  • Biaya bahan baku relatif jauh lebih murah
Plastik hasil temuan Dr. Ir. Khaswar Syamsu, M. Sc. dari IPB ini diharapkan bisa menjadi solusi alternatif bagi kecemasan umat manusia dalam menghadapi bencana lingkungan akibat sulit terurainya plastik dari minyak bumi. (BIC)

Catat Semua Detil dalam Marketing


Sejumlah entrepreneur membangun bisnis yang menguntungkan dengan upaya habis-habisan. Mereka memulai sejak lama untuk mendirikan bisnis dan mengalami berbagai kegagalan yang pahit dan mengupayakan segala cara untuk bertahan di fase awal pendirian yang berat hingga berhasil mengembangkan menjadi bisnis yang jauh lebih besar. 

Calon konsumen mereka ini hanya berasal dari iklan Google PPC dan referral klien yang sudah ada. Mereka mencoba cara pemasaran lainnya seperti CEO, email langsung, dan lainnya tetapi tidak pernah dapat melacak biayanya dengan tepat dan akurat.

Bila Anda memiliki masalah pencatatan biaya marketing yang sama dengan para entrepreneur pada umumnya, Anda bisa lakukan otomatisasi pemasaran dan membantu mencatat banyak kegiatan pemasaran lainnya dan menekan kekaburan dalam pelaporan Return on Investment.

Berikut ialah hal-hal yang bisa dicatat dengan otomatisasi pemasaran dan alat lainnya yang relevan:
  • Email langsung dengan tautan yang sudah disesuaikan
  • Jejaring sosial yang menggunakan referrer dan tautan yang bisa dliacak
  • SEO melalui referrer dan analisis sumber
  • Upaya beriklan melalui tautan yang bisa dilacak
  • Perusahaan dalam situs Anda melalui kunjungan pengguna Internet anonim
  • Email marketing dan laman web utama yang biasanya bisa dilacak

Sebagai alat pemasaran, Internet adalah cara yang tepat karena semuanya dapat dicatat dan dilacak serta diperiksa kesesuaiannya dengan hasilnya. Jika seseorang berkata tidak bisa mencatatnya, sudah saatnya Anda meminta bantuan orang yang berbeda. Marketer seharusnya bisa melacak setiap kegiatannya dengan baik dan terinci.(*AP)

Entrepreneurship Pemuda Minang dan Amerika

Pagi itu pukul 09.00 WIB, di Hotel Bumi Karsa Bidakara, Jakarta, Dr (HC). Ir. Ciputra dan Ir. Antonius Tanan MBA, M.Sc, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC) sudah di Ruang Bima, lantai 2. Peserta diskusi yang diadakan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) awal bulan lalu itu belum ada yang datang.
---
TETAPI Pak Ci, panggilan akrab Ciputra, tidak kecewa. Tidak menunjukkan nada-nada putus asa. Apalagi berencana mogok bicara. Tidak juga mempertontonkan kegelisahan dari sikap dan wajahnya. Seolah dia sudah mengerti betul, ya beginilah jika menghadiri undangan pegawai negeri. Peserta rapat yang rata-rata pejabat lintas departemen itu sudah bisa dipastikan molor.

Kebetulan, ke mana-mana Ciputra tidak membawa jam tangan, jadi oke-oke saja. Sambil menunggu, dia sempatkan memprovokasi pejabat-pejabat Bapenas yang sudah hadir. Bahwa, entrepreneurship adalah jalan yang ditunjukkan Tuhan bagi negeri ini untuk keluar dari krisis, escape dari kemelaratan, kemiskinan, keterbelakangan, dan ketiadaan peluang kerja.

Begitu naik di podium, saya sudah menduga, Pak Ci yang pagi itu terlihat sangat fit, pasti memainkan gaya orasinya. Saya hanya berdoa, mudah-mudahan kali ini Pak Ci tampil lebih sabar. Tidak terlalu cepat logika berpikirnya dibandingkan dengan gerak mulut dan suaranya. Karena inilah kelemahan Pak Ci, jika terlalu bersemangat. Logika dan pikirannya berkecepatan 100 km per jam, mulut dan suaranya hanya 75 km per jam. Akibatnya sering terpeleset dan sering di-seret kalimat-kalimatnya.

Rupanya, pagi itu Tuhan sangat baik. Pidato Pak Ci sangat sempurna. Logika-logikanya runtut dan gaya bicaranya begitu mantap. Seperti orator yang sedang mem-brainwash kader-kadernya saja. Persis provokator sedang mempengaruhi khalayak. Intonasinya juga mengesankan. Tekanan-tekanan pada kata-kata kuncinya sangat kuat.

Antonius Tanan juga memperlihatkan kelasnya sebagai pimpinan UCEC. To the point, tidak berbelit, sarat data, sangat menguasai ilmu entrepreneur dan referensinya oke. Saat presentasi soal up date perkembangan wirausaha di dunia, Ciputra mempersilakan Antonius membantunya. Lalu Ciputra menegaskan dan mencontohkan hal-hal riil yang terjadi di Indonesia.

Misalnya, Antonius menjelaskan soal hasil riset Gallup tahun 1997, bahwa 7 dari 10 pelajar SMA di AS itu memilih menjadi entrepreneur dan memulai bisnisnya, daripada menjadi karyawan atau pegawai. Ciputra pun langsung menyahut dan membandingkan apa yang terjadi di Padang, Sumatera Barat.

Kota Minang yang dikenal perantau dan sukses membuat rumah makan padang di mana-mana. Sukses berentrepreneur, sukses menciptakan peluang kerja dan bisa survive di hampir seluruh penjuru negeri. Namun, sekarang semua sudah berubah.

"Anak-anak muda Padang sekarang bermimpi menjadi pegawai negeri, daripada menjadi perantau dan membuka rumah makan Padang. Angka statistiknya persis dengan di AS namun kebalikannya, 7 dari 10 anak Padang ingin jadi PNS. Hanya 3 yang masih ingin berwirausaha. Saya sedih mendengarnya," ucap Ciputra.

Antonius juga menjelaskan soal paradigma yang keliru. Selama ini, hampir semua orang berasumsi, bahwa persoalan utama pengembangan usaha kecil adalah ketersediaan modal. Karena itu di mana-mana, orang bicara modal dan ketersediaaqn Kredit Usaha Kecil (KUK), termasuk distribusinya seluas mungkin. Celakanya, pandangan ini juga terjadi di kalangan pemerintah dan masyarakat luas.

Padahal, kata Antonius, masalah pengembangan usaha kecil bukan cuma persoalan modal. Dengan ilmu entrepreneur, modal itu selalu bisa diatasi. Entrepreneur adalah disiplin ilmu yang bisa dipelajari dan harus dipelajari sebelum memulainya. Jadi, Pendidikan dan pelatihan entrepreneurship adalah kunci utamanya. "Selanjutnya, baru pembangunan Eco-system dan budaya serta implementasi lapangan, seperti ketersediaan KUK itu," ujarnya.

Ciputra menambahkan, ada fakta yang ini harus menjadi bahan kajian Bappenas. Kredit macet Unit Usaha Kecil Menengah (UMKM), yang bernilai di bawah Rp 5 M mencapai Rp 17,9 Triliun. Itu melibatkan sekitar 1,04 juta usaha kecil! Mengapa? "Mereka belum diajari entrepreneur sudah dikucurkan modal usaha. Ya, hilang begitu saja. Tak perlu cari siapa yang salah, karena itu sudah terjadi. Ke depan sebaiknya seperti apa. Itu yang harus kita pelototi," ujar Ciputra.

Pemerintah harus belajar dari kegagalan. Dulu pola anak angkat bapak angkat, juga sama. Gagal. Lalu sekarang dikembangkan dengan UMKM, kalau mau jujur, sebenarnya juga menuju ke kegagalan. Yang paling benar adalah, dididik dulu ilmu entrepreneur sejak TK, SD, SMP, SMA, sampai Universitas. "Siapkan 1 persen dari APBN, dari Rp 1.000 Triliun, alokasikan untuk Training of Trainers (TOT). Jadi setahun punya Rp 10 triliun untuk program pelatihan. Diisi dulu dengan ilmu entrepreneur, jangan belum paham ilmunya sudah digelontor modal usaha," jelasnya.

Ciputra mengibaratkan, seorang belum mengenakan kaus kaki, sudah dipasangi sepatu bola dan main 2x45 menit. Ya, pasti lecet-lecet semua. Pendidikan pun harus benar, tidak bisa hanya sekedar pelatihan 3-7 hari, atau seminggu, atau sebulan, terus diterjunkan dalam bisnis yang sangat keras. Pasti mereka akan kalah bersaing dan gulung tikar.

Pendidikan yang betul, harus melalui proses yang benar. Ilmu entrepreneur ini tidak hanya sekedar diberi kuliah pagi sore. Tetapi harus diimbangi dengan praktik. Mereka juga harus diajar oleh orang-orang yang sudah punya pengalaman berbisnis. Dikombinasi antara teori dan praktik. Seperti anak belajar berenang. Dia harus memahami teori, garis-garis besarnya, lalu harus ikut "basah" menceburkan diri di kolam. "Tidak cukup diberi teori, terus suruh loncat di kolam sendiri, pasti akan tenggelam," ujar Ciputra.

Sama juga dengan belajar sepeda roda dua. Lebih banyak harus dipraktikkan daripada teori-teori. "Jadi pelatihan itu tujuannya to be entrepreneur. Bukan sekedar to know entrepreneurship. Ini ilmu, jadi harus pula dipelajari seperti halnya sebuah ilmu di bangku kuliah, bisa 3-4 tahun lamanya," kata dia.

Ciputra kemudian menyebut audience sebenarnya memiliki sejarah masa kecil yang lebih baik. Dia menuturkan, bahwa masa kecilnya tidak mendapatkan pendidikan yang layak. "Saya dulu SD di sekolah Belanda, sampai kelas 2. Bahasanya Belanda, saya nggak mau. Karena bahasa itu tidak bisa diterapkan di lingkungan saya? Saya berontak. Itu tidak sesuai dengan hati nurani, saya keluar," aku Ciputra.

"Lalu saya dipaksa di sekolah Tionghoa. Bahasanya juga bahasa Tionghoa, lagi-lagi saya protes keras. Saya tidak mau masuk sekolah, sampai umur 12 tahun saya baru masuk sekolah SD lagi. Sejak kecil saya tidak mau belajar kok menghafal. Saya paling benci, menghafal. Itu sejak kecil dulu," ungkapnya.

Baru belakangan ini, tiga tahun lalu, Ciputra aktif mengampanyekan entrepreneur. Jika sebelumnya negeri ini berada di Abad Kebangkitan Bangsa, dengan Revolusi I bidang politik, maka saat ini ada Revolusi II. Revolusi Entrepreneur. "Sekarang inilah saatnya bangkit dengan entrepreneur!" provokasinya

Mengapa RRC cepat bangkit dari krisis? Sekitar 200 tahun atau dua abad silam, RRC itu sudah menguasai 34 persen dari GNP dunia. Di Indonesia, 200 tahun yang lalu, Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda, dan 50 persen pemuda-pemuda hebatnya tewas dibunuh Belanda. Setelah itu, Belanda menjajah negeri ini dengan eksploitasi sumber daya alam, dan memangkas akses-akses menuju pemuda-pemuda pintar.

Menangis hati Pak Ci begitu menyaksikan 350 tahun bangsa ini dijajah oleh Belanda. Selama tujuh generasi dibodoh-bodohi, tidak dipintarkan, tidak diberi kesempatan dan hak untuk merdeka. "Ini sangat mempengaruhi mental, logika berpikir orang Indonesia. Kemandirian bangsa ini hilang. Mengapa orang Tionghoa maju dan entrepreneur semua? Karena mereka adalah bangsa yang tidak pernah dijajah seperti kita. Mereka tidak merasakan tekanan untuk belajar dan melakukan apa saja buat bangsanya," kata dia.

Itulah pangkal mula, mengapa anak-anak muda negeri ini lebih memilih menjadi PNS ketimbang menjadi pengusaha. "Di keluarga kami, menjadi pegawai itu dianggap hina. Karena itu akan hidup miskin seumur hidup. Kami malu, kalau ditanya bekerja di mana? Karena itu, hampir tidak ada orang Tionghoa menjadi PNS," akunya. (don kardono/*)



Progam Bulan April Ciputra Seraya Mal


Bulan April ini, Ciputra Seraya (CS) Mal kembali menyiapkan rangkaian program menarik bagi pengunjung setianya.
Public Relation CS Mal Pekanbaru Zulkaijat Fahmi baru ini mengungkapkan, digelarnya program bulan April ini sejalan dengan komitmen CS Mal yang selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pengunjung dan menjadikan CS Mal sebagai dunia segala pilihan bagi keluarga.
Diuraikannya, selama April, setiap pengunjung setia CS Mal dapat menikmati beragam eksibisi dan iven seperti, 2 hingga 30 April 2012 digelar Eksibisi Alvano dan 20 April 2012 diadakan iven English First “New Trailblazers”.
Selain itu, CS Mal juga memberikan Triple Point CS Card dan Pena Exclusive. Special offer di bulan April bagi pemegang CS Card ini mendapatkan Triple Point saat pelanggan menukarkan struk belanja senilai Rp50 ribu di Counter Informasi CS Mal. Jika biasanya setiap penukaran Rp50 ribu mendapatkan satu poin, maka di bulan April ini pelanggan akan mendapatkan tiga poin sekaligus, sehingga kesempatan untuk menang undian pun semakin besar.
“Satu lagi manfaat lebih menggunakan CS Card, setiap transaksi senilai Rp350 ribu(berlaku ketentuan) akan langsung mendapatkan satu Pena Exclusive dari Mal Ciputra Seraya. Menarik bukan, dapatkan pengalaman berbeda saat berbelanja menggunakan CS Card, “tukasnya.
Untuk program selanjutya, jelas Zulkaijat, selama April, Foodworld CS Mal kembali menyuguhkan program spesial yaitu Happy Meal. Dalam program ini setiap pengunjung Foodworld berkesempatan mendapatkan satu buah tumbler menarik untuk si buah hati. Caranya, cukup dengan berbelanja minimal Rp125 ribu dalam satu struk belanja dan tidak berlaku kelipatan, pengunjung akan mendapatkan tumbler cantik persembahan Foodworld CS Mal. Program Happy Meal dapat dinikmati pengunjung Foodworld setiap hari.
Sementara itu, untuk program berikutnya, tambah Zulkaijat, Foodworld CS Mal juga mengelar rangkaian acara menarik lainnya yakni Kompetisi Dance. Kompetisi Dance merupakan perlombaan seni tari modern yang memperebutkan total hadiah jutaan rupiah. Iven spesial ini berlangsung setiap Rabu mulai 4, 11, 18 dan 25 April 2012 pada pukul 17.00 WIB hingga berakhir 21.00 WIB.
“Program spesial ini merupakan ungkapan rasa terima kasih atas tingginya kepercayaan pengunjung berbelanja di Mal Ciputra Seraya,“ pungkasnya.


Ciputra Seraya Mal Gelar Undian Prize Va6anza



Tingginya kepercayaan pengunjung berbelanja di Ciputra Seraya Mal Pekanbaru, direspon positif pihak manajemen. Buktinya, program undian prize Va6anza yang telah memasuki periode 3 kembali diundi bulan Juni 2012 mendatang.
Public Relation Ciputra Seraya Mal Pekanbaru Zulkaijat Fahmi mengungkapkan, program undian prize Va6anza yang telah dimulai sejak 1 Juni 2011 sampai dengan 31 Mei 2012 telah memasuki periode 3 atau 1 Februari hingga 31 Mei 2012 mendatang. Untuk itu, pihaknya tengah mempersiapkan pengundian dengan suguhan acara meriah yang akan dilaksanakan Juni 2012 mendatang.
“Pada akhir periode tersebut, seluruh peserta undian dari periode 1 hingga periode 3 akan diikutsertakan dalam Undian Grand Prize untuk memperebutkan satu unit mobil Chevrolet Spark, “tuturnya.
Dalam pengundian periode 3 yang juga bersempena Ulang Tahun CS Mal Pekanbaru, lanjut Fahmi, selain bagi-bagi hadiah, pihaknya juga mengadakan jalan sehat yang dapat diikuti masyarakat dan mendatangkan artis ternama.
“Periode sebelumnya, jalan sehat yang kami helat diikuti 3500 orang. Kami harapkan periode ini tentu lebih meriah karena bertepatan dengan ulang tahun CS Mal Pekanbaru, “pungkasnya.

Unilever Chef Competition


Senin, 9 April 2012, jurusan Culinary Business (CBZ), Universitas Ciputra (UC) bekerjasama dengan PT. Unilever menyelenggarakan Cooking Competition yang bertajuk Unilever Food Solution – Chef of The Year 2012. Sebuah acara kompetisi berskala nasional yang akan diadakan di empat kota besar di Indonesia (Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali).

Kompetisi Chef of the Year 2012 ini mendapat dukungan yang besar dari berbagai asosiasi chef di Indonesia yaitu Association of Culinary Professional (ACP), Indonesian Chef Association (ICA), dan Bali Culinary Proffesional (BCP) serta hotel dan sekolah tinggi pariwisata di Indonesia. Selain itu, melalui kegiatan ini UFS membantu menyediakan sarana untuk berbagi pengalaman dan mengangkat semangat komunitas chef muda Indonesia dengan melibatkan mereka melalui universitas mereka sebagai bagian dari kompetisi ini.

FB – Fabio Ciquera




Senin, 9 April 2012, jurusan Fashion Business (FB), Universitas Ciputra (UC), mengadakan seminar “The Luxury Industry in Asia” dengan pembicara Fabio Ciquera, lecturer Istituto Marangoni (www.istitutomarangoni.com), institut mode terkemuka di Milan, Paris, & London.
Fabio Ciquera sendiri merupakan ahli bidang Manajemen & Strategi Industri Mode Mewah. Beliau juga terlibat dengan rumah-rumah mode dunia seperti Gianfranco Ferre, Holland & Holland sebagai Brand Manager dan divisi Marketing and Communication.
Fabio menyampaikan :“Agar dapat membuat luxury brand menjadi mendunia dan dapat bersaing dengan merek lainnya, diperlukan teknologi yang memadai. Indonesia saat ini belum memiliki infrastruktur teknologi yang baik sehingga ke depannya perlu untuk diperhatikan dan dikembangkan.” Fabio menyampaikan kepada para pengajar Fashion Business di Universitas Ciputra Surabaya adalah doronglah para mahasiswa agar dapat mengembangkan kreativitas mereka untuk memenangkan persaingan pasar.

entrepreneurship 2 ciputra

Selasa- Kamis, 17-19 April 2012- Universitas Ciputra (UC) mengadakan pameran New Business Creation dimana seluruh mahasiswa angkatan 2011 memperkenalkan bisnis yang mereka buat bersama kelompok masing-masing. Pameran ini bertempat di lantai LG(80 stand) dan lt 3 (34 stand) di Ciputra World (CW) selama 3 hari dari jam 10.00 pagi hingga jam 21.00, dan diikuti oleh 115 kelompok (114 bisnis), mulai dari bisnis food & baverage, fashion, snack, distributor, store dan service. Masing-masing kelompok mulai mempersiapkan stand sejak pukul 06.00 pagi.



Acara pembukaan ini juga menghadirkan berbagai acara menarik, mulai dari pertunjukkan dance dari UKM dance UC, pertunjukkan Wayang Kotehi dari Perkumpulan Lintas Agama, lalu paduan suara dari Pak Titus, Pak Teddy, Bu liliani, Bu Ivon, Bu Yanita, dan Pak Charly.


Pada hari kedua, pada pameran New Business Creation diadakan pitch presentation yang harus dilakukan oleh masing-masing perwakilan dari setiap kelompok. Pada pitch presentation tersebut setiap perwakilan kelompok diberi waktu untuk mempresentasikan keunggulan dari bisnis masing-masing.




Lomba Pitch presentation ini diadakan di lantai LG dan lantai 3 CWS dengan dewan juri: Antonio Carlos (Surabaya Food), Sutoto Yakobus (Direktur Ciputra Group), Natalia Tanujaya (GM Ciputra Golf and Hotel), Lingga Christina (GM CWS), Reko (Manager Alfa Retailindo), Venny (EIR dan Entrepreneur bidang culinary), David Sukardi Kodrat (Dean of Master Program UC), Freddy Istanto (Dean-Faculty of Creative Industry UC), Bambang Hermanto (Dean-Faculty of Entrepreneurial Tourism UC), Yusak Anshori (GM Surabaya Plaza Hotel, Dean-Faculty of Entrepreneurial Business UC).


Pada hari ketiga, penutupan pameran New Business Creation (E2) dilaksanakan jam 7 malam, dan dimulai dengan paduan suara UC kemudian pertunjukkan taekwondo UC.
Pada saat penutupan diumumkan 6 stand yang merupakan stand dengan kebersihan dan desain terbaik, yang dimenangkan oleh Mie dower, Cup-O Cake, Sambel Sample, Spins, Jounette, dan Soap Castle.
Sebelum mengakhiri pameran New Business Creation (E2), Bu Inge sebagai ketua kurikulum E2 mengumumkan juara Pitch Presentation untuk setiap kategori, yaitu
Food & Baverages
1. Boekan
2. Meat Bites
Snack
1. Choco Dip
2. Q Mochi
Distributor
1. Universal Mitra Nusantara
2. B-mate
Store
1. Discovery
2. Soap Casttle
Service
1. UC Car Wash
2. I-Pet
Fashion
1. Easy T-shirt
2. N’Jeleneh
Sesuai dengan tujuan dari pameran New Business Creation, mahasiswa diharapkan dapat melakukan market testing untuk bisnis (produknya),  dan mendapat masukan /saran dari pengunjung CWS.





ENTREPRENEURIAL LEADERSHIP

Senin, 9 April 2012, jurusan International Business Management (IBM), Universitas Ciputra (UC), mengundang dua orang Doktor dari Monash University, Australia, yaitu Dr. Lyfie Sugianto dan Dr. Sen Sendjaja. Dalam acara yang bertema “Entrepreneurial Leadership” ini Dr. Lyfie dan Dr. Sendjaja memberikan hasil riset mereka tentang leadership selama menjadi pengajar di Australia.


 

Menurut Dr. Lyfie dan Dr. Sendjaja, untuk dapat mencapai “entrepreneurial leadership” harus memilki 4 poin penting yaitu visionmissionpassionintegrityVision merupakan tujuan utama kita. Mission adalah bagaimana cara kita mencapainya. Passion membuat kita tetap bergairah dalam bidang yang kita tekuni. Integrity membuat diri kita  menjadi lebih maju dan kokoh dalam menjalankan misi-misi kita. Dr. Sendjaja juga mengingatkan “Hidup kita hanya satu kali, dan 90% lebih orang digerakkan oleh 2% orang di dunia.”



Harapan Dr. Lyfie dan Dr. Sendjaja supaya setiap mahasiswa UC memiliki visionmission,passion dan integrity sehingga dapat menjadi pemimpin masa depan yang turut membangun bangsa Indonesia.

Berita Kemarin

"Mereka ingin mengendalikan masa depan mereka sendiri, sehingga mereka memutuskan untuk menjadi bos bagi diri sendiri, bukannya menjadi budak bagi orang lain."

Berita Video

 
Support : Batam Design | Joko Auditis
Copyright © 2012. Entrepreneur School - All Rights Reserved
Template Created by Batam Design Published by BPES Batam Template
Proudly powered by Batam Design